Bermain dengan Kucing

Februari 12, 2013

Bermain dengan Kucing

spy_cats_29

Sebelum Anda bermain dengan kucing , sebaiknya Anda mengenal kerakter kucing terlebih dahulu:

Meskipun memiliki reputasi sebagai hewan penyendiri, kucing biasanya dapat membentuk koloni liar tetapi tidak menyerang dalam kelompok seperti singa. Setiap kucing memiliki daerahnya sendiri (jantan yang aktif (secara seksual) memiliki daerah relative besar, sedang jantan “pemalu” memiliki daerah yang lebih kecil) dan selalu terdapat daerah “netral” dimana para kucing dapat saling mengawasi atau bertemu tanpa adanya konflik teritorial atau agresi. Di luar daerah netral ini, penguasa daerah biasa akan mengejar kucing asing, diawali dengan menatap, mendesis, hingga menggeram, dan bila kucing asing itu tetap tinggal, biasanya akan terjadi perkelahian singkat.
Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar. Serangan biasanya terdiri dari tamparan di bagian wajah dan tubuh dengan kaki depan yang kadang disertai gigitan. Luka serius pada kucing akibat perkelahian
jarang terjadi karena pihak yang kalah biasanya akan lari setelah mengalami beberapa luka di wajah.
Jantan yang aktif biasanya sering terlibat banyak perkelahian sepanjang hidupnya. Hal ini tampak pada berbagai luka di bagian wajah, seperti hidung atau telinga. Kucing betina kadang juga terlibat perkelahian untuk melindungi anak-anaknya bahkan kucing pemalu sekalipun akan mempertahankan daerah kecilnya dengan gigih. Kucing senang dengan suasana hangat dan sering tidur di bawah hangatnya sinar matahari. Kotorannya biasanya kering dan kucing lebih suka menguburnya di tempat berpasir. Kucing dapat mematung, tidak bergerak cukup lama terutama ketika sedang mengintai mangsa .

spy_cats_01 spy_cats_02 spy_cats_04 spy_cats_05 spy_cats_07 spy_cats_08 spy_cats_09 spy_cats_10 spy_cats_12 spy_cats_13 spy_cats_14 spy_cats_15 spy_cats_16 spy_cats_19 spy_cats_21 spy_cats_24


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.